Berbisnis Tanpa Modal dengan Internet Marketing

Berbisnis Tanpa Modal dengan Internet Marketing

Berbisnis Tanpa Modal dengan Internet Marketing. Kalimat itulah yang rasanya tepat untuk mewakili pengalaman yang saya alami sekitar 3 tahun yang lalu. Dengan keterbatasan anak kos yang kuliah di Jogja, tepatnya di STMIK AMIKOM, menjadikan saya harus berpikir lebih keras untuk menemukan cara agar dapat bertahan hidup dan terus meneruskan kuliah hingga lulus.

Perkenalkan sebelumnya, saya Suyud Ahmad Sahal, anak pertama dari 3 bersaudara, berasal dari Pati, Jawa Tengah. Saya mulai kuliah pada tahun 2010 setelah tamat dari Pondok Pesantren MA (Madrasah Aliyah) Raudlatul Ulum Guyangan, Guyangan, Pati. Selama kurang lebih 7 tahun saya berada di pondok tercinta tersebut selepasnya dari lulus MI (Madrasah Ibtidaiyah, setingkat SD).

Berlatar belakang dari pondok pesantren yang mengajarkan kemandirian sejak dini, menjadikan saya lebih terbiasa dengan dunia yang sebenarnya saat mulai kuliah di Jogja. Hal yang saya rasakan dan saya inginkan adalah bagaimana supaya tidak lagi merepotkan orang tua. Pemikiran inilah yang kemudian membawa saya harus melakukan hal-hal di luar batas kemampuan saya untuk lebih berkembang dan jauh lebih baik lagi. Berbagai pekerjaan saya lakukan, seperti menjaga warnet, menjual jajanan atau camilan yang di packing ulang, kemudian menjadi blogger, menjadi programmer, mulai berjualan boneka, dan sebagainya.

Pengalaman yang tidak mudah di jalani itu kemudian menempa saya untuk terus merubah hidup menjadi semakin baik, semakin berpengalaman, semakin banyak bertemu orang, dan semakin banyak menjalin relasi. Hingga pada pertengahan tahun 2013, ketika mendapatkan tugas kuliah Kewirausahaan, dan kami di suruh untuk mencari usaha yang memiliki peluang untuk dapat dikembangkan. Pada saat itu, setelah diskusi dengan teman kelompok, kami memutuskan untuk mengunjungi salah satu produsen boneka.

Entah bagaimana persisnya kok yang kami pilih adalah produsen boneka, yang jelas ini adalah suatu awal kesempatan baik untuk kami. Pengalaman melihat-lihat boneka ini kemudian saya foto untuk dipromosikan di internet. Dengan pengalaman menjadi blogger sebelumnya, hal ini bukan hal yang asing lagi, saya menerapkan cara SEO nya ke dalam promosi boneka ini.

Alhamdulillah setelah banyak sekali mencoba untuk menjadi pengusaha, melalui boneka ini sedikit demi sedikit menuju arah yang lebih baik. Dengan promosi melalui tokobagus juga menjadi promosi yang manjur, karena banyak pesanan datang dari sana. Kami sangat bersyukur dengan semua yang kami alami dan terimakasih banyak tokobagus.

Pada saat itu, saya seolah menjadi broker boneka, yaitu setiap saya mendapat pesanan boneka, saya arahkan ke tempat produksi boneka, jika itu saya perkirakan bisa dicari di toko-toko, saya akan langsung membelinya di toko boneka.

Mulai Membuat Boneka Sendiri dengan Bantuan Penjahit Lepas

Rasa haus akan semangat belajar dan terus mencari pengalaman, menjadikan saya lebih berani mengambil risiko untuk dapat lebih baik lagi dalam melayani pelanggan. Alhamdulillah dengan semakin banyaknya pesanan boneka yang datang dari instansi, perusahaan, atau untuk souvenir pernikahan, saya berinisiatif jika boneka itu bisa saya kerjakan sendiri, maka saya akan berusaha membuatnya sendiri.

Tidak adanya kemampuan saya untuk menjahit bukan menjadi halangan yang berarti, karena saya berpikir bahwa pasti banyak sekali yang membutuhkan pekerjaan menjadi penjahit. Hal yang harus saya lakukan adalah menemukan penjahit yang dapat menjadi mitra untuk produksi boneka. Lalu bagaimana dapat membayar dan membeli bahan bonekanya? Inilah yang harus saya putar otak bagaimana dapat berproduksi tanpa mengeluarkan uang sama sekali.

Yang saya lakukan adalah dengan meyakinkan pelanggan dan menjaga kepercayaan yang diberikannya untuk tujuan bisnis yang saling menguntunkan. Proses bisnis yang saya terapkan adalah pelanggan harus membayar DP minimal sebesar 50% dari total transaksi. Pertimbangannya adalah karena jumlah tersebut akan dapat memback-up pengeluaran biaya produksi dan bahan-bahan produksi setidaknya sekitar 50-70%, sehingga bisnis dapat tetap jalan sambil terus mengembangkan dan inovasi dalam bisnis. Baru setelah boneka sudah jadi semua, maka harus ada pelunasan sebelum di kirim.

Kemuadian tantangan yang lebih sulit lagi yaitu membuat pola boneka. Karena ini adalah proses mengubah gambar 2 dimensi menjadi 3 dimensi dengan bahan boneka. Bayangkan bagaimana seorang programmer membuatnya? :D. Namun dengan semangat yang menggebu-gebu, saya mencoba mencari pola yang sama dengan pesanan yang datang, saya kemudian membuka boneka tersebut dan menyesuaikan polanya sesuai dengan yang saya butuhkan. Agak sulit tentunya, tapi saya yakin saya bisa melakukannya.

Perkembangan yang pada saat itu saya rasakan adalah bahwa saya sudah tidak bergantung lagi dengan produsen boneka, karena selain jadwal produksi yang mereka tentukan tidak teratur bahkan kadang pesanan saya kurang diperhatikan, menjadikan saya lebih mantap untuk membuat produksi sendiri.

Sekali lagi modal uang adalah bukan halangan bagi saya. Berbisnis Tanpa Modal dengan Internet Marketing Ini saya buktikan dengan keterbatasan saya sebagai anak kos, harus kreatif dan mencari cara lain agar dapat terus berkembang. Yaitu sebelum saya memiliki alokasi yang cukup untuk membeli alat-alat produksi seperti mesin jahit, alat potong, dan sebagainya, saya putar dengan mencari penjahit saja, sehingga saya hanya membayar jasa mereka yang sudah di back-up dari DP dari pemesan.

Mulai Membeli Alat Produksi

Saya pikir belum memiliki tempat produksi bukan menjadi alasan untuk tidak bisa produksi boneka. setelah sekitar 5-6bulan, tepatnya akhir 2013, sudah terkumpul uang untuk alokasi membeli alat produksi boneka, saya berpikir untuk dapat menemukan tempat yang tidak usah membayar sewa terlebih dahulu, akan tetapi yang hanya membayar listrik dan biaya perawatan rumah saja, di tambah bagi hasil dengan pemilik rumah. Hal itu saya lakukan bukannya tidak mampu menyewa tempat produksi, akan tetapi akan jauh lebih efektif jika tempat produksi diletakkan dekat dengan tempat tinggal para penjahit dan pekerja lainnya, terlebih tidak harus membayar sewa rumah lagi.

Banyak yang dapat kami lakukan di tempat produksi dari rumah pinjaman dengan bagi hasil dengan pemiliknya tersebut. Kami terus belajar membuat pola-pola boneka yang tidak ada di pasaran, sehingga hal itu dapat meminimalisir persaingan di pasaran, mengingat kami yang masih kecil dan sangat susah jika bersaing dengan produsen lain.

Saya dan tim produksi terus belajar dari pengalaman, bagaimana cara mejahit yang lebih cepat dan lebih baik, bagaimana cara memotong yang efisien, bagaimana cara mengisi dan menutup boneka yang baik sehingga semuanya dapat menghasilkan produk yang berkualitas.

Pada akhir 2013 ini juga, kami mendapatkan kejutan dan tantangan yang sangat berat, yaitu produksi boneka KPU Jakarta Pusat sebanyak ribuan pcs. Dengan alat seadanya ini, kami sungguh mendapatkan pelajaran yang sangat berarti. Kami sebelumnya sangat berterimakasih kepada Mbak Indra yang telah memberikan order ini kepada kami, padahal tidak pernah bertemu sebelumnya. Saya hanya ingat ketika mengantar sampel ke Jakarta bertemu di St. Senen, ya hanya sekali itu bertemu orangnya. Semoga Allah selalu memberikan kebaikan dan keberkahan kepada Mbak Indra dan Keluarga.

Dengan order sebanyak itu, tentu hal yang harus saya lakukanĀ  adalah belajar kepada produsen boneka lainnya yang lebih berpengalaman. Dengan modal nekat, saya bermain langsung ke Bekasi untuk membeli bahan boneka dan belajar cara produksinya. Di sana saya mendapatkan relasi yang baik dengan 2 produsen boneka. Dari sana saya belajar banyak betapa banyaknya yang harus diperbaiki dalam bisnis ini, saya merasa betapa kecilnya produksi yang saya miliki, ditambah lagi dengan minimnya teknik produksi yang belum kami terapkan.

Akhirnya kita dapat menyelesaikan produksi boneka tersebut dengan agak terseok-seok. Bayangkan yang sebelumnya tidak ada tempat produksi, mesin jahit hanya seadanya, teknik produksi yang sangat terbatas, SDM yang belum terlalu berpengalaman, memproduksi ribuan boneka dengan waktu yang relatif sangat singkat. Saya ingat betul, saya kemudian mencari kelompok jahit di daerah Kulon Progo, Wonosari, Bantul, dan Gejayan, Total jika dijumlahkan semua tenaga mulai dari potong, jahit, hingga finishing sekitar 30-40 orang untuk menyelesaikan deadline tersebut supaya tepat waktu.

Berbisnis Tanpa Modal dengan Internet Marketing

Berbisnis Tanpa Modal dengan Internet Marketing

Memiliki Tempat Produksi dan Kelengkapan Alat Produksi Sendiri

Allah dengan kekuasaanNya melalui waktu secara perlahanĀ  menjawab mimpi-mimpi kami. Ya, Alhamdulillah pada awal 2015, kami memiliki tempat produksi sediri yang lebih leluasa dapat kami kelola sesuai dengan planning kami dan lengkap dengan alat-alat produksi untuk dapat lebih berkembang lebih baik. Selama di produksi sendiri ini, tentu masih banyak tantangan yang harus kita selesaikan dalam produksi. Perlahan-lahan bahwa kalimat Berbisnis Tanpa Modal dengan Internet Marketing ini jika kita bersugguh-sungguh dan terus fokus mengejar mimpi, akan dapat kita lakukan dengan baik.

Saya kembali belajar atau studi banding ke produsen lain yang lebih berpengalaman dan dapat mengembangkan produksi lebih besar lagi. Selain mengembangkan sayap relasi antar produsen boneka, kami juga dapat menjalin relasi dengan saling berbagi order. Hingga saat ini kami jadikan produsen lain bukan sebagai pesaing, akan tetapi sebagai mitra yang saling menguntungkan. Mulai dari kerjasama bahan, berbagi pola boneka, dan banyak hal yang dapat kita lakukan bersama.

Pada saat sekarang ini, kami sudah melakukan banyak hal, hingga bekerjasama memproduksi boneka ke seluruh pelosok Indonesia, Papua, Kalimantan, Makassar, Maluku, Bali, Surabaya, Semarang, Jawa Tengah, Jakarta, Bogor, Sumatera, Aceh, dan masih banyak lagi. Alhamdulillah segala pugi bagi Allah S.W.T dan terimakasih saya ucapkan kepada semua pelanggan kami dari pemerintahan, perusahaan, ataupun perseorangan, telah memberikan kepercayaan besar kepada kami. Bahkan hingga saat ini, banyak yang tidak bertemu sama sekali dengan pelanggan kami tersebut.

Hal itu berbuah nyata menjadikan kami semakin berkembang dengan baik di Yogyakarta ini. Kami terus bernovasi dengan membuat produk-produk baru untuk lebih dapat membantu para pelanggan kami dengan hasil yang lebih memuaskan.

Jika Anda ingin memiliki bisnis sendiri dengan mulai tanpa menggunakan modal terlebih dahulu, dapat memulainya dengan menjadi Reseller RoesOne Craft, dan kemudian dapat berkembang menjadi Reseller Platinum yang memiliki banyak sekali keuntungannya.

Terimakasih, semoga bermanfaat. Mari lakukan Berbisnis Tanpa Modal dengan Internet Marketing.

Salam sukses,
Suyud Ahmad Sahal